
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sampit resmi membuka kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Program Studi S1 Manajemen dan S1 Kewirausahaan tahun akademik 2025–2026. Pembukaan digelar di Aula Kampus Biru STIE Sampit, Senin (19/1/2026).
Sebanyak 115 mahasiswa mengikuti program tersebut. Rinciannya, 107 mahasiswa dari Program Studi S1 Manajemen dan 8 mahasiswa dari S1 Kewirausahaan. Kegiatan pembukaan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, serta doa bersama.
Tahun ini, KKN dan PKL mengusung tema “Penguatan Kualitas UMKM Unggul dalam Transformasi Digital melalui Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan.” Tema tersebut selaras dengan tantangan dunia usaha saat ini yang menuntut adaptasi teknologi dan daya saing global.
Ketua Panitia sekaligus Wakil Ketua I STIE Sampit, Ahmad Rudini, dalam laporannya menyampaikan bahwa KKN dan PKL merupakan agenda rutin sekaligus bulan pengabdian kepada masyarakat di awal tahun 2026.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari syarat penyelesaian tugas akhir mahasiswa pada semester genap 2025–2026.
“Isu pendidikan tinggi saat ini menekankan bahwa setiap aksi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui KKN dan PKL ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama tiga hingga lima tahun perkuliahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan KKN dan PKL memiliki dua fokus pengabdian, yakni internal dan eksternal. Secara internal, mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kampus.
“Semoga apa yang diberikan dan diabadikan bisa bermanfaat bagi mahasiswa serta menjadi amal jariyah,” katanya.
Sementara secara eksternal, mahasiswa diarahkan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam penguatan UMKM lokal.
“Kita ingin UMKM Sampit mampu bersaing secara global melalui digitalisasi. Kalau bisa, UMKM kita menguasai e-commerce dan memanfaatkan perbankan digital agar mampu naik kelas,” tambah Ahmad Rudini. Program KKN dan PKL ini akan berlangsung mulai Januari hingga akhir April 2026.
Ketua STIE Sampit Seanawati Oetama, dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, KKN bukan sekadar program akademik, melainkan wujud nyata peran mahasiswa dalam pembangunan bangsa.
“Ini adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata dengan menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan,” tuturnya.
Ia juga berpesan agar seluruh peserta KKN dan PKL menjaga nama baik institusi dan pribadi selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa diminta membangun kerja sama yang baik, bersikap peka terhadap lingkungan, serta mempelajari budaya masyarakat setempat.
“Utamakan keamanan dan kesehatan, bersikap profesional dan bertanggung jawab. Setiap program yang dilaksanakan adalah tanggung jawab kita bersama,” pesannya.
Seanawati berharap program KKN STIE Sampit tahun ini dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat di lokasi penempatan, sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi seluruh mahasiswa peserta. (oes)
Tinggalkan Komentar